Wednesday, December 5, 2007

Masturbasi Bukan Masalah

Konsultasi dengan Prof.Dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And


"Saya wanita berusia 45 tahun, suami meninggal tahun lalu karena kecelakaan. Setelah suami meninggal, saya tidak memikirkan seks lagi. Masalahnya, sejak tiga bulan terakhir ini gairah saya muncul terasa kuat. Kalau malam saya sering terangsang sendiri bila ingat dulu dengan suami.

Sejak sebulan lalu saya merangsang kelamin dengan jari, dan bisa merasa nikmat. Sewaktu ada suami, malah dia yang melakukannya kalau mau berhubungan. Sejak itu saya jadi biasa melakukannya. Kalau seminggu tidak melakukan, saya merasa tidak enak. Pertanyaan yang sering muncul di pikiran saya, apakah tidak masalah bila saya sering melakukan perbuatan itu? Apakah wajar wanita seusia saya merasakan gairah yang kuat? Apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi gairah karena belum ingin menikah lagi?"
L.N., Medan



Kegiatan Substitusi
Masturbasi yang Anda lakukan merupakan substitusi hubungan seksual karena suami tidak ada lagi. Berbeda dengan dulu ketika suami melakukan untuk Anda, masturbasi yang dia lakukan bertujuan sebagai rangsangan pendahuluan, bukan subsitusi hubungan seksual.

Dalam keadaan Anda tanpa suami lagi, masturbasi dapat menjadi substitusi hubungan seksual. Dengan melakukan masturbasi Anda dapat mencapai orgasme, walaupun mungkin Anda kurang atau tidak merasakan kepuasan seksual karena tak terjadi keterlibatan emosional.

Kalau kini Anda menjadi terbiasa melakukannya, itu karena sebenarnya Anda memerlukan pelepasan dari ketegangan seksual. Sementara Anda tidak mempunyai suami atau pasangan seksual, masturbasi merupakan jalan keluar yang sederhana dan mudah dilakukan. Sebagian perempuan memilih melakukan hubungan seksual di luar pernikahan dengan segala risikonya.

Wajar saja kalau Anda merasa "tidak enak" kalau dalam seminggu tidak melakukan masturbasi. Keadaan ini mungkin tidak berbeda dengan dulu ketika Anda masih melakukan hubungan seksual dengan suami. Saya yakin kalau dalam waktu tertentu Anda tidak melakukan hubungan seksual, mungkin saat itu Anda merasa tak nyaman juga. Lain halnya kalau pada waktu ada suami dulu Anda tidak dapat menikmati kehidupan seksual, misalnya karena hambatan orgasme. Dalam keadaan gangguan seperti ini, memang mungkin Anda merasa tidak ingin lagi melakukan hubungan seksual.

Jangan Bingung
Tidak ada masalah yang akan timbul karena melakukan masturbasi. Wajar juga bila Anda merasakan gairah seksual pada usia sekarang ini. Dorongan seksual dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu hormon testosteron, keadaan kesehatan, faktor psikis, rangsangan dari luar, dan pengalaman seksual sebelumnya.

Kalau pada saat ini faktor tersebut mendukung, dorongan seksual Anda kuat. Inilah yang sekarang Anda alami. Namun, kalau pada suatu waktu Anda mengalami gangguan atau hamabatan pada faktor di atas, dorongan seksual Anda terganggu atau terhambat.

Jadi jangan bingung dengan dorongan seksual yang Anda rasakan kuat itu. Biarlah Anda hidup dengan keadaan yang normal ini. Kalau belum lama setelah suami meninggal Anda merasa tidak mengalami dorongan seksual, itu wajar karena secara psikis Anda mengalami hambatan.

Kepergian suami untuk selamanya, bagaimanapun memberikan tekanan psikis bagi Anda, yang antara lain menghambat dorongan seksual. Karena itu, Anda tidak "memikirkan seks lagi" saat itu. Kemudian dengan berlalunya waktu dan tekanan psikis hilang, Anda kembali merasakan dorongan seksual, bahkan Anda rasakan kuat, pada saat ini.

Jika Anda merasa terganggu dengan dorongan seksual yang kuat, Anda dapat mencoba mengalihkan dengan melakukan kegiatan fisik dan psikis yang cukup. Dengan demikian, dorongan seksual diharapkan dapat ditekan.

Kalau upaya itu tidak mampu menekan dorongan seksual, dan Anda merasa terganggu, ya masturbasi merupakan jalan terbaik pada saat ini. Sampai suatu saat Anda bersuami lagi, hubungan seksual dapat kembali Anda lakukan seperti dulu. Meski begitu, jangan terpaksa harus segera bersuami bila semata-mata hanya ingin melakukan hubungan seksual.

No comments: