Wednesday, November 19, 2008

TV di Kamar Kurangi Minat ML


Menonton acara televisi di kamar tidur cukup menghibur bagi siapa saja. Tapi tahukah Anda, televisi ternyata juga memiliki dampak terhadap kehidupan seks pasangan?

Menurut penelitian, keputusan untuk meletakkan televisi di kamar tidur bisa mengganggu kehidupan seks Anda. Penelitian yang dilakukan seksiolog dari Italia itu mengatakan, frekuensi ML yang dilakukan oleh pasangan yang memiliki perangkat TV di kamar tidur ternyata hanya setengahnya saja dibanding pasangan yang tidak memiliki TV di kamar tidurnya.

Serenella Salomoni, seorang peneliti, mengatakan bahwa jika tidak ada televisi di kamar tidur, frekuensi ML dua kali lipat. Salomoni melakukan penelitian bersama tim terhadap 23 pasangan suami-istri Italia untuk mengetahui efek televisi pada kehidupan seks mereka.

Umumnya pasangan yang tidak menaruh televisi di kamar tidur melakukan ML dua kali dalam seminggu, atau sekitar delapan kali sebulan. Angka ini turun menjadi setengahnya, yaitu empat kali sebulan bagi pasangan yang memiliki televisi di kamar tidur.

Bagi pasangan berusia 50-an, penurunan ini malah sangat tajam. Bila pasangan tanpa TV di kamar tidur melakukan ML tujuh kali dalam sepekan, pasangan yang menaruh TV di kamar tidurnya hanya melakukan ML sebanyak 1-5 kali saja per bulan.

Sebagaimana diberitakan Reuters Health, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa sejumlah program TV tertentu lebih mematikan gairah seks dibanding program lainnya.

Bagi keseluruhan pasangan yang menjadi obyek penelitian, film-film dengan adegan kekerasan memadamkan hasrat seks sampai setengahnya. Sedangkan tayangan reality show menekan hasrat seluruh pasangan hingga sepertiganya.

Jadi, apakah Anda masih akan tetap meletakkan televisi di kamar?

1 comment:

ferry said...

Wah, TV bisa ga laku neh kalo kayak gini..