Thursday, July 17, 2008

Bercinta Dengan Robot ??!!??


Dalam film I, ROBOT digambarkan bahwa nanti pada tahun 2035, robot akan begitu umum sehingga tak beda lagi dengan mobil atau peralatan lain. Mungkin itu cuma sekedar film, namun seorang pakar 'kepandaian buatan' memprediksikan bahwa sekitar tahun 2050 nanti manusia mungkin akan mulai terlibat hubungan yang lebih 'dalam' dengan robot ini.

David Levy, sang pakar AI (artificial intelligence) melihat adanya kemungkinan bahwa manusia dan robot akan terlibat hubungan emosional bahkan seksual dengan robot-robot yang makin hari makin canggih ini.

Walaupun saat ini penggunaan 'sex doll' sudah bukan lagi barang yang tabu di negara-negara besar, namun tingkat kemampuan boneka ini belumlah mencapai tingkat maksimum. Namun dalam waktu dekat, David memprediksikan bahwa sex robot yang akan memiliki kemampuan jauh lebih bagus dari sekedar sex doll akan mulai diperkenalkan.

Dalam sebuah artikel yang dimuat Metro.co.uk, Rabu (16/04/08), bahkan menurut David, para wanita pun menyukai ide ini.

"Berhubungan seksual dengan robot, kenapa tidak," ungkap salah seorang wanita lewat sebuah email. "Mereka tidak terikat, tidak ada kemungkinan penyakit seksual menular, dan mungkin lebih 'hebat' di atas ranjang," lanjut wanita tadi dengan antusias.

Bahkan bisa jadi sex robot ini tidak cuma jadi sarana pemuas hasrat seksual saja. Dengan teknologi AI yang canggih, bisa jadi manusia akan terlibat secara emosional juga dengan robot mereka. Tapi tentu saja akan ada kesan artifisial karena emosi yang diprogramkan hanya akan bekerja sesuai program yang ditanamkan.

Lebih jauh lagi David bahkan memprediksikan bahwa robot pun akan memiliki hak-hak layaknya manusia biasa. Pernikahan antara manusia dengan robot bisa saja terjadi. "Jika seseorang bisa jatuh cinta pada robot, bisa saja mereka melangsungkan pernikahan" ungkap David.

Sementara di sisi lain, Andrew Keen, seorang kritikus teknologi menganggap hal ini mustahil. "Mereproduksi kompleksitas kondisi manusia ke dalam mesin adalah sebuah penghinaan. Tak mungkin ada manusia yang jatuh cinta pada robot walaupun mereka adalah penggemar Star Trek atau Doctor Who, sanggah Andrew.

"Hubungan antara manusia dengan robot dapat berdampak buruk pada peri laku manusia," ungkap Dr Glyn Hudson-Allez seorang psychosexual therapist. "Semakin banyak menghabiskan waktu dengan 'rekan' yang tidak mampu memberikan respon, maka kemampuan menghadapi manusia yang mampu merespon akan semakin buruk," lanjut Dr Glyn.

Menanggapi sanggahan ini, David tidak membantah bahwa sex robot ini kemungkinan besar hanya akan diminati mereka yang merasa terasing secara sosial.

No comments: